Diulosi di Istana Maimun, Sultan Deli Doakan Mubes I dan Pelantikan DPP HBB

0
Diulosi di Istana Maimun, Sultan Deli Doakan Mubes I dan Pelantikan DPP HBB

MEDAN — Suasana kebersamaan lintas etnis, agama dan organisasi kemasyarakatan mewarnai silaturahmi di Istana Maimun, Medan, Kamis (1/10/2026) malam.

Dalam kesempatan tersebut, pengurus Horas Bangso Batak (HBB) bersama Pemuda Merga Silima (PMS) melakukan mangulosi Sultan Deli XIV Seri Paduka Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah. Prosesi adat itu sekaligus menjadi momentum untuk meminta doa restu atas pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) I dan pelantikan Pengurus DPP HBB.

Mewakili Ketua Umum DPP HBB Lamsiang Sitompul SH MH, prosesi mangulosi dilakukan sejumlah pengurus, di antaranya Bendahara DPD HBB Sumut Deminar Nababan SPd MPd dan Ketua DPC HBB Deli Serdang Mangapul Sitindaon. Sementara dari PMS, prosesi tersebut dilakukan langsung Ketua Umum DPP PMS Mbelin Brahmana.

Mangapul Sitindaon mengatakan, prosesi mangulosi tersebut merupakan pesan Ketua Umum DPP HBB Lamsiang Sitompul sekaligus sebagai bentuk permohonan doa restu kepada tokoh masyarakat Sumatera Utara, khususnya Sultan Deli, untuk kelancaran Mubes I dan pelantikan Pengurus DPP HBB.

Sementara itu, Mbelin Brahmana menyebut mangulosi merupakan simbol kebersamaan dan penghormatan yang mencerminkan keberagaman masyarakat Sumatera Utara.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyematan ulos kepada Sultan Deli secara bersama-sama. Sultan Deli yang akrab disapa Tuanku Aji pun memberikan doa untuk kelancaran pelaksanaan Mubes I dan pelantikan Pengurus DPP HBB.

Silaturahmi Lintas Tokoh

Sebelum prosesi mangulosi, kegiatan diisi dengan silaturahmi bersama tokoh lintas agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan di Sumatera Utara.

Seri Paduka Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah, yang juga Ketua DPD Forum Keberagaman Nusantara (FKN) Sumatera Utara, memperkenalkan para tokoh dan perwakilan organisasi yang hadir.

Dalam sambutannya, Sultan Deli menegaskan FKN Sumatera Utara dibentuk sebagai wadah bersama untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menjaga keamanan, ketertiban dan kerukunan masyarakat yang majemuk.

“FKN merupakan tempat silaturahmi semua tokoh masyarakat dan tokoh ormas untuk menjaga Kamtibmas,” ujar Sultan Deli.

Ketua Dewan Pembina FKN Ruslan kemudian menceritakan proses awal terbentuknya FKN. Sejumlah organisasi disebut turut terlibat dalam pembentukannya, di antaranya HBB, PMS, Pujakesuma, Walubi dan organisasi lainnya.

Perwakilan HBB juga menyampaikan apresiasi atas terbentuknya FKN dan berharap wadah tersebut dapat memperkuat kebersamaan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan PMS, Keuskupan Agung Medan, Sandra Vihara, Walubi, HBB, FKUB, Persatuan Masyarakat Bali, Balai Pustaka Marga Silima Pemena, Berutu se-Indonesia, Pujakesuma, Paguyuban Warga Sunda (PWS), Majelis Tinggi Konghucu, Kerukunan Keluarga Sulawesi (KSS), PGI, Majelis Musyawarah Keluarga Minang, Jamiah Batak Muslim, warga Maluku serta berbagai organisasi paguyuban etnis lainnya.

Sejumlah panitia Mubes I dan pengurus HBB juga hadir, di antaranya Sekretaris Panitia Mubes I HBB Deminar Nababan STh MPd, Juliana, Andrea Gas SH MH, Aria Angkola serta sejumlah pengurus DPC HBB Deli Serdang.

Dorong Gerakan hingga Akar Rumput

Dalam pertemuan yang dipandu Sekretaris FKN Sumut Taufik Ismail Siregar tersebut, berbagai masukan turut disampaikan para tokoh.

Para peserta mendorong FKN mengambil peran dalam meredam potensi konflik sosial, menjadi ruang dialog ketika terjadi gesekan antarkelompok, serta memperkuat komunikasi lintas agama dan budaya secara berkelanjutan.

Sejumlah tokoh agama juga mendorong agar kegiatan FKN menyentuh masyarakat hingga akar rumput melalui kegiatan sosial, seperti bakti sosial lintas agama, gotong royong kebangsaan dan kegiatan kebersamaan lainnya.

Sementara tokoh adat menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan kearifan lokal sebagai salah satu bagian dari perekat persatuan masyarakat.

“Semua masukan ini kita tampung. Tujuannya satu, agar tujuan FKN tercapai, yaitu terwujudnya Sumatera Utara yang aman, damai, dan guyub dalam keberagaman,” kata Sultan Deli.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *