Banjir Bertahun-tahun Tak Tuntas, Rommy Van Boy Desak Pemko Medan Segera Benahi Drainase Tanjung Selamat

0
motion_photo_5831197515937410682

MEDAN – Persoalan banjir yang disebut telah bertahun-tahun menghantui warga Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, kembali mendapat sorotan. Anggota DPRD Kota Medan, Rommy Van Boy, mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Medan agar tidak lagi menunda pembenahan sistem drainase di kawasan tersebut.

Desakan itu disampaikan Rommy setelah menerima langsung keluhan warga saat kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum di Tanjung Selamat, Sabtu (29/8/2026).

Warga Kompleks Taman Sakura Indah, Lingkungan I, mengaku persoalan banjir telah berlangsung selama bertahun-tahun. Bahkan, kondisi tersebut disebut semakin parah setelah pembangunan sejumlah kompleks perumahan baru di sekitar kawasan.

Rommy menilai persoalan drainase tidak boleh terus dibiarkan, karena banjir telah mengganggu kenyamanan hingga aktivitas sehari-hari masyarakat.

“Selain persoalan buruknya drainase yang menyebabkan banjir di permukiman warga, termasuk di kompleks ini, warga juga mengeluhkan sarana dan prasarana lainnya seperti lampu penerangan jalan umum dan pohon tua yang rentan tumbang,” ujar Rommy.

Politisi Partai Golkar itu mengatakan, khusus untuk persoalan lampu penerangan jalan umum (LPJU) dan pohon tua yang dinilai berpotensi membahayakan warga, dirinya akan segera menyampaikan keluhan tersebut kepada dinas terkait.

Menurut Rommy, persoalan banjir di kawasan tersebut sebelumnya juga telah disampaikan warga secara langsung kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melalui program Sapa Warga.

Dalam pertemuan itu, kata Rommy, Wali Kota telah menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan untuk melakukan pemetaan terhadap jalur drainase dan parit di kawasan tersebut.

Namun, Rommy menegaskan pemetaan tidak boleh berhenti sebatas pendataan. Warga membutuhkan langkah nyata untuk mengatasi banjir yang terus berulang.

“Wali Kota sudah mengetahui persoalan ini melalui laporan warga. Karena itu, kami mendorong dinas terkait segera menindaklanjuti dan merealisasikan perbaikan drainase tersebut,” kata Rommy.

Ia menegaskan, persoalan banjir yang terus berulang berpotensi mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum apabila tidak segera ditangani secara serius.

“Jika dibiarkan terus dan tidak ada tindak lanjut, persoalan ini berpotensi mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum,” tegasnya.

Penanganan Permanen Belum Terealisasi

Lurah Tanjung Selamat, Hans Joy Tarigan, mengungkapkan persoalan banjir dan buruknya drainase tersebut telah berulang kali disampaikan pihak kelurahan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Namun, hingga kini, penanganan permanen yang diharapkan warga belum terealisasi.

“Wali Kota sudah mendengar dan mengetahui langsung persoalan ini dari warga saat menggelar program Sapa Warga beberapa waktu lalu. Namun hingga saat ini belum terealisasi. Mungkin karena ketiadaan anggaran,” ujar Joy.

Sembari menunggu adanya penanganan dari pemerintah, pihak kelurahan bersama warga masih melakukan gotong royong secara berkala membersihkan saluran drainase.

Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko banjir saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Karena itu, kita bersama warga kerap melakukan gotong royong secara berkala untuk mengantisipasi banjir akibat buruknya drainase,” katanya.

Berdasarkan keluhan warga, genangan air saat hujan deras dapat mencapai lutut orang dewasa dan dalam kondisi tertentu bahkan lebih tinggi.

Ketua Kompleks Taman Sakura Indah, Ponidi, bersama salah seorang warga, Risner Nababan, sebelumnya juga telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Wali Kota Medan Rico Waas saat program Sapa Warga.

Warga menyebut banjir telah menjadi persoalan menahun dan disebut semakin parah setelah pembangunan sejumlah kawasan perumahan baru di sekitar lokasi.

Saat itu, Wali Kota Medan menginstruksikan Dinas SDABMBK untuk melakukan pemetaan jalur drainase dan parit sebagai langkah awal penanganan.

Namun hingga kini, warga Kompleks Taman Sakura Indah, Lingkungan I, masih mengeluhkan banjir yang diduga berkaitan dengan kondisi sistem drainase di kawasan tersebut.

Keluhan Serupa Muncul di Polonia

Persoalan drainase ternyata bukan hanya menjadi keluhan warga Tanjung Selamat.

Sehari setelahnya, dalam kegiatan Sosialisasi Perda Kota Medan Nomor 10 Tahun 2021 di Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Minggu (30/8/2026), warga kembali menyampaikan sejumlah persoalan lingkungan kepada Rommy Van Boy.

Selain buruknya drainase, warga juga mengeluhkan minimnya lampu penerangan jalan umum serta keberadaan sejumlah pohon tua yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

Warga juga menyampaikan kekhawatiran terkait dugaan peredaran narkotika di wilayah tersebut.

Menanggapi berbagai keluhan itu, Rommy meminta masyarakat menyampaikan laporan secara rinci dan dilengkapi bukti pendukung agar dapat diteruskan kepada instansi yang berwenang.

“Saya minta laporan lengkapnya. Untuk lampu jalan, drainase, serta pohon yang berpotensi membahayakan warga. Tujuannya agar saya sampaikan langsung ke dinas terkait untuk segera ditindaklanjuti,” tegas Rommy.

Kegiatan Sosialisasi Perda di Kelurahan Polonia tersebut dihadiri perwakilan kecamatan, kelurahan, para kepala lingkungan, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda setempat.

Kini, warga di Tanjung Selamat menanti langkah nyata. Setelah persoalan banjir disampaikan berulang kali dan pemetaan drainase dilakukan, realisasi pembenahan menjadi harapan utama agar banjir menahun tidak terus menjadi persoalan yang berulang setiap kali hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *