Warga Binaan Rutan Kelas I Medan Produksi 5 Ton Tempe per Bulan untuk Dukung MBG

0
IMG-20260830-WA0003

Medan – Warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan memproduksi sekitar 5 ton tempe setiap bulan melalui program Bimbingan Kegiatan Kerja (Bimker). Produk tersebut turut disalurkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain produksi tempe, warga binaan juga mengikuti berbagai kegiatan produktif lainnya, mulai dari pembuatan sandal, tas, sandal hotel, kerajinan tangan hingga pengolahan produk UMKM.

Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya, mengatakan pembinaan kemandirian menjadi bagian penting dalam proses pemasyarakatan. Menurutnya, warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga dibekali keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

“Kami terus mendorong agar pembinaan di Rutan Kelas I Medan tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga pada pembentukan kemandirian dan produktivitas Warga Binaan. Melalui Bimker, mereka diberikan ruang untuk belajar, bekerja, berkarya, dan mengembangkan potensi yang dimiliki sebagai bekal ketika nantinya kembali ke masyarakat,” ujar Andi Surya.

Salah satu kegiatan unggulan di Bimker Rutan Kelas I Medan adalah produksi tempe. Dalam sebulan, produksi tempe dapat mencapai sekitar 5 ton atau sekitar 307 batang per hari.

Hasil produksi tersebut turut mendukung kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis. Produk tempe yang dihasilkan juga telah memiliki sertifikat halal.

Kasubsi Bimbingan Kegiatan Kerja Rutan Kelas I Medan, Irawadi Purba, mengatakan produksi tempe terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.

“Produksi tempe ini menjadi salah satu kegiatan produktif yang kami kembangkan secara berkelanjutan. Dalam satu bulan, produksi dapat mencapai sekitar 5 ton, dengan hasil produksi yang turut mendukung kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG),” kata Irawadi.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan keterampilan kepada warga binaan, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan proses kerja.

Selain produksi pangan dan kerajinan, kegiatan Bimker juga memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Hingga Juli 2026, PNBP dari kegiatan Bimker Rutan Kelas I Medan telah mencapai Rp 24,5 juta. Angka tersebut merupakan bagian dari target Rp 36 juta dalam satu tahun.

PNBP itu berasal dari akumulasi penjualan berbagai produk dan kegiatan usaha yang dikelola melalui Bimker, seperti produk kerajinan, sandal, tas, sandal hotel, produk olahan UMKM, hingga coffee shop.

Andi Surya mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa program pembinaan kemandirian dapat berjalan produktif dan memberikan manfaat bagi warga binaan maupun negara.

“PNBP yang dihasilkan merupakan akumulasi dari berbagai produk dan kegiatan usaha yang ada di Bimker, bukan berasal dari satu jenis produk saja. Ini menunjukkan bahwa pembinaan yang kita lakukan memiliki nilai produktif,” katanya.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, Rutan Kelas I Medan berharap warga binaan memiliki pengalaman kerja dan keterampilan yang dapat dikembangkan secara mandiri setelah selesai menjalani masa pidana.

Pembinaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemasyarakatan untuk membantu warga binaan mempersiapkan diri kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *