Kapolres Simalungun Turun ke Lokasi Kebakaran PT Evyap, 3 Pekerja Tewas

0
IMG-20260903-WA0023

Simalungun – Kebakaran melanda pabrik PT Evyap Sabun Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Tiga pekerja dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang turun langsung ke lokasi kejadian untuk memantau penanganan kebakaran. Sejumlah personel kepolisian juga dikerahkan untuk melakukan pengamanan dan pendataan korban.

“Kapolres Simalungun beserta Kasat Intelkam, Kasat Reskrim, dan Kapolsek Bosar Maligas beserta personel Polri langsung turun ke lokasi guna membantu pengamanan dan pendataan para korban,” kata Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba, Kamis (3/9/2026).

Kebakaran terjadi sekitar pukul 10.10 WIB di bagian pabrik Biding PT Evyap Sabun Indonesia yang berada di Nagori Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas.

Verry mengatakan hingga pukul 14.00 WIB, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Namun, berdasarkan informasi awal, api diduga muncul dari lantai 3 atau lantai 4 gedung pabrik dan disertai suara dentuman.

“Sumber api hingga saat ini belum dapat dipastikan penyebabnya, namun diperkirakan pertama kali muncul dari lantai 3 atau 4 disertai suara dentuman,” ujarnya.

Tiga korban meninggal dunia diketahui bernama Nasri Efendi (43), Mhd Rifaldi (26), dan Sumadi (39). Ketiganya merupakan pekerja yang berprofesi sebagai helper las dari PT Nirwana Mahanu Putra, vendor konstruksi PT Evyap Sabun Indonesia.

Menurut keterangan Fauzi selaku leader PT Nirwana Mahanu Putra, ketiga korban baru bekerja selama empat hari. Saat kebakaran terjadi, mereka tengah melakukan pekerjaan finishing atau pengelasan di lantai 6 gedung pabrik.

Polisi masih mendalami rangkaian kejadian yang menyebabkan ketiga pekerja tersebut meninggal dunia. Berdasarkan informasi awal, ketiganya diduga terjatuh dari ketinggian saat berupaya menyelamatkan diri ketika api dan asap memasuki lantai 6 gedung.

Para korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Karya Husada Perdagangan. Selanjutnya, jenazah mereka dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum Perdagangan sebelum dijemput pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.

Untuk memadamkan api, sebanyak 13 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dari sejumlah instansi, termasuk PT Evyap, Pemkab Simalungun, Pemkab Batu Bara, TNI AD, Brimob, PT Basic, dan Pemko Pematangsiantar.

“Hingga kini proses pemadaman api masih berlangsung,” kata Verry.

Polres Simalungun juga menyatakan akan terus memantau penanganan kebakaran tersebut, termasuk proses penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kebakaran.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *