Polwan Goes to School, Polda Sumut Edukasi Pelajar Waspadai Ancaman di Ruang Digital

0
IMG-20260825-WA0061

MEDAN – Polisi Wanita (Polwan) Polda Sumatera Utara menggelar kegiatan Polwan Goes to School di sejumlah sekolah, Senin (24/8/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Polwan Republik Indonesia ke-78 Tahun 2026.

Mengangkat tema “Menjaga Jejak Digital, Bahaya Judi Online, serta Pencegahan Eksploitasi dan Pelecehan Seksual Anak Secara Daring (Online Child Sexual Exploitation)”, kegiatan ini menjadi wadah edukasi bagi pelajar agar lebih waspada terhadap berbagai ancaman di ruang digital.

Sejumlah Polwan ditugaskan sebagai pengambil apel sekaligus narasumber. Mereka yakni AKBP Rivawaty Marentina Sitinjak, S.Psi., di SMA Bhayangkara Medan; Kompol Mitha Natasya, S.H., S.I.K., di MAN 1 Lubuk Pakam; AKBP Debora M. Hutagaol, S.Si., M.Farm., di SMA Negeri 5 Medan; AKP Yuni Darmawani, S.Sos., di SMA Adven 1 Medan; serta Kompol Efriyanti, S.H., M.H., di SMK Parulian.

Di hadapan para pelajar, para Polwan mengingatkan bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi dengan pengetahuan, kewaspadaan dan tanggung jawab.

Media sosial yang digunakan setiap hari, kata mereka, memiliki banyak manfaat, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk berbagai ancaman apabila digunakan tanpa kehati-hatian.

“Kami hadir bukan untuk menakut-nakuti adik-adik, tetapi sebagai kakak dan sebagai pelindung. Ancaman saat ini tidak hanya ada di jalan atau tempat sepi, tetapi juga bisa masuk melalui handphone yang setiap hari ada di tangan kita,” ujar salah satu narasumber.

Para siswa kemudian diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga jejak digital. Setiap unggahan, foto, video, komentar hingga percakapan di internet dapat menjadi rekam digital yang sewaktu-waktu dapat disimpan, disebarkan atau disalahgunakan.

Karena itu, pelajar diminta membiasakan diri berpikir sebelum mengunggah sesuatu ke media sosial.

“Sebelum posting, pikirkan dampaknya. Tanyakan kepada diri sendiri apakah konten tersebut sopan, bermanfaat dan tidak akan merugikan kita di masa depan. Kalau masih ragu, lebih baik jangan diposting,” pesannya.

Waspadai Judi Online

Bahaya judi online juga menjadi salah satu materi yang disampaikan kepada para pelajar.

Polwan mengingatkan siswa agar tidak mudah tergiur promosi keuntungan instan maupun ajakan bermain yang mereka temui di internet.

“Judi online bukan permainan dan bukan jalan untuk mendapatkan uang dengan cepat. Jangan sampai rasa penasaran dan iming-iming keuntungan justru merusak pendidikan serta masa depan adik-adik,” tegasnya.

Para pelajar diberikan pemahaman bahwa judi online dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, termasuk kecanduan, kerugian finansial, menurunnya prestasi belajar hingga terganggunya hubungan dengan keluarga.

Cegah Eksploitasi Seksual Daring

Materi lainnya berkaitan dengan pencegahan eksploitasi dan pelecehan seksual anak secara daring.

Para siswa diminta mewaspadai orang yang berusaha membangun kedekatan melalui media sosial, aplikasi percakapan maupun permainan daring, kemudian meminta foto atau video pribadi, mengajak melakukan tindakan tidak pantas atau meminta hubungan tersebut dirahasiakan.

Polwan juga menekankan agar korban tidak takut ataupun malu untuk meminta pertolongan ketika menghadapi situasi tersebut.

“Jangan panik dan jangan menuruti permintaan pelaku. Simpan bukti, blokir pelaku dan segera ceritakan kepada orang tua, guru atau pihak kepolisian. Ingat, korban tidak boleh disalahkan. Yang salah adalah pelakunya,” ungkapnya.

Para Polwan selanjutnya mengajak pelajar menjadi generasi digital yang cerdas dengan tidak mudah percaya kepada orang asing, tidak tergiur uang instan, berani mengatakan tidak terhadap hal yang salah serta berani melapor ketika menghadapi ancaman atau kejahatan.

Kegiatan ditutup dengan pesan agar para pelajar senantiasa menjaga diri, baik di lingkungan sekolah maupun di dunia digital.

“Masa depan adik-adik sangat berharga. Jangan sampai masa depan itu rusak hanya karena satu postingan, satu klik atau satu chat dengan orang yang tidak dikenal,” pesan Polwan.

Melalui program Polwan Goes to School, Polda Sumut menegaskan komitmennya membangun kedekatan dengan generasi muda melalui pendekatan yang humanis dan edukatif.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelajar untuk menciptakan lingkungan sekolah dan ruang digital yang aman, sehat serta bermartabat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *